LOMBA PERAGAAN BUSANA MUSLIM SDN TANGGERAN PANINGGARAN

Lomba Peragaan Busana Muslim menjadi puncak rangkaian lomba yang digelar dalam rangka memeriahkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri Tanggeran Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Sabtu, 25 Januari 2014 silam. Hujan yang biasanya mengguyur deras sepanjang hari, alhamdulillah, siang itu tak muncul sampai lomba selesai. Satu demi satu peserta naik ke panggung yang disusun dari meja yang biasanya untuk kegiatan belajar mengajar, membujur dari ruang kelas 1 sampai ruang kelas 2, diiringi tepuk tangan dan sorak sorai siswa lainnya.

Karena merupakan lomba wajib, seluruh siswa berjumlah 170 pun naik ke pentas. Bak peragawan dan peragawati profesional, lengkap dengan aksesorisnya, mereka berlenggak-lenggok di atas panggung, diiringi backsound Hit That dari The Offspring Greatest Hits yang saya peroleh dari Santri Gontor yang menggelar Pesantren Ramadhan di SDN 01 Paninggaran, beberapa tahun silam, kala saya masih bertugas di sekolah tersebut.


Sebelumnya, digelar tiga cabang lomba: Lomba Mewarnai Gambar untuk kelas 1 dan 2, Lomba Hafalan Sejarah Nabi Muhammad SAW untuk kelas 3, serta Lomba Pidato untuk kelas 4 dan 5, yang sekaligus dimaksudkan untuk menjaring potensi siswa dalam lomba-lomba selanjutnya, seperti Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI), Lomba Akademik, dan Lomba Kreatifitas Siswa yang rutin diselenggarakan tiap tahun di tingkat kecamatan.




Lomba dibuka oleh Plt. Kepala Sekolah, Tahyono, yang kemudian melakukan pemantauan langsung, dimana seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) terjun langsung menjadi Panitia sekaligus Juri, dibantu siswa kelas 6 yang diperbantukan mengelola jajanan yang dibawa tiap siswa, seperti tradisi penyelenggaraan lomba-lomba dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) lainnya.



Lomba Peragaan Busana Muslim merupakan lomba yang pertama kalinya digelar di SD Negeri Tanggeran sementara lomba-lomba lainnya hampir rutin digelar tiap tahun. Meski awalnya ragu, dikarenakan tipikal siswa didominasi sifat pemalu dan mayoritas berasal dari keluarga petani tradisional di kawasan pegunungan Selatan Kabupaten Pekalongan, pentas kompetisi busana muslim hari itu menjadi bukti baru bagi para guru khususnya, bahwa peserta didiknya ternyata mampu tampil di depan publik dengan penuh percaya diri. 

Tak percaya? Silahkan lihat videonya di youtube DI SINI.

Ragam busana yang dikenakan pun menunjukkan bahwa meski kemiskinan masih sangat akrab dengan denyut nadi kehidupan sebagian besar siswa, tak menghalangi niat wali murid untuk memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya untuk tampil prima dalam memeriahkan sekaligus menghormati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang mulia.








Semoga bisa menjadi babak baru bagi pencapaian-pencapaian prestasi selanjutnya. Amin.


Dzakiron
Guru PAI

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Poskan Komentar

    Terima kasih atas komentar Anda. Silahkan kunjungi blog saya secara berkala

    Next previous home