REFLEKSI 1 TAHUN JARINGAN OPERATOR SEKOLAH (JOS) PANINGGARAN 2 MEI 2015




PROLOG
Sebagai sebuah komunitas online, JOS lahir dengan berat badan normal pada 6 September 2013 pukul 16.48. Meski tidak prematur, konsep awal JOS sangat remeh temeh: ajang komunikasi (untuk tidak menyebutnya “ngobrol ngalor-ngidul”) para Operator Sekolah (OS), yang sebagian besar bertugas karena terpaksa.
Terpaksa? Ya. Saat itu, mayoritas OS menjalaninya dengan terpaksa: 1) terpaksa karena tidak ada orang lain yang mau, dan atau 2) terpaksa karena tidak ada orang lain yang mampu.

Akhirnya, JOS pun mengalir dengan visi dan misi para anggotanya yang terpaksa tadi.
Keterpaksaan yang ternyata berbuah keterpaksaan-keterpaksaan lainnya.
Tugas yang pada awalnya terkonsentrasi pada Aplikasi Dapodik dan Layanan PADAMU NEGERI KEMDIKBUD, sesuai dengan kebutuhan sekolah, mengalami perkembangan signifikan. Proses penerimaan dan pengiriman data online via email sebagian besar juga dilakoni. Begitu juga proses pengerjaan data-data berbasis excel.
Dengan peralatan mayoritas milik pribadi, sebagian besar OS pun tak ragu untuk merogoh saku pribadi untuk membiayai pulsa internet, dengan modem milik sendiri.
Kok bisa?
Selain hambatan alam, dimana hanya 3 SD yang terkoneksi jaringan internet kabel dan sisanya hanya mengandalkan modem, juga dengan ketersediaan sinyal yang di beberapa SD nyaris seperti pengantin baru: hanya dua digit, banyak OS yang masih harus berjuang susah payah untuk memperoleh dukungan dari dalam.

MENTAL BANGSAWAN
Ketersediaan jaringan memang persoalan besar. Tetapi, kendala sesungguhnya ada di dalam gedung SD sendiri: mental bangsawan, yang hanya menuntut untuk dilayani, yang masih terpelihara dengan subur di beberapa lokasi. Mental yang membuat pemiliknya tak mau membuka mata barang sekejap atas surat dan arahan dari Dindikbud, UPT, Pengawas, dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). Yang membuat OS terjepit dengan kerja rodi tanpa dukungan apapun.
Dan sekali lagi, keterpaksaan jugalah yang membuat JOS bermetamorfosis dari sekedar media online menjadi sebuah organisasi. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2014, lahirlah Jaringan Operator Sekolah (JOS) Kecamatan Paninggaran yang dibidani oleh Kepala UPT Pendidikan Paninggaran, dengan sebuah akte kelahiran: Surat Keputusan Kepala UPT Dindikbud Paninggaran Nomor 800/056/V/2014 tanggal 2 Mei 2014 tentang Susunan Pengurus Jaringan Operator Sekolah (JOS) Kecamatan Paninggaran Periode 2014-2016.
Selesaikah perjuangan? Belum. Itu baru akhir sebuah awal, dan bukan awal sebuah akhir.
Gerak JOS memang menjadi lebih leluasa dengan dukungan penuh UPT. Namun, kala daya gigit JOS saat itu mulai lebih terasa, dimana perjuangan atas hak-hak OS menjadi lebih kuat gaungnya, saat itu pulalah JOS harus menyadari bahwa hak berbanding lurus dengan kewajiban. Rajin menuntut hak dengan mengabaikan kewajiban hanya dilakukan oleh para pecundang.
Mulailah JOS berbenah. Tuntutan pemenuhan hak dibarengi dengan penataan organisasi: pengelolaan manajemen, sistem pelaporan data, dan perbaikan sistem komunikasi dengan semua pegambil kebijakan.
Sistem pelaporan data diawali dengan penggunaan metode deadline alias batas waktu. Dalam waktu yang telah ditentukan, OS harus melaporkan hasil pekerjaan yang kemudian direkap dan dipaparkan di depan rapat KKKS. Bila semula hanya menyebut “sekian SD”, cara itu memaksa JOS menyebut “SD A”, “SD B”, dan seterusnya yang belum membereskan pekerjaan.
Sempurna? Belum. Tetapi, pengaruhnya siginifikan. Karena, hal itu memperjelas hal yang semula abu-abu menjadi terang benderang. Juga solusinya. Menjadi gamblang. Kalo OS-nya bermasalah, JOS yang menangani. Kalo KS-nya yang bermasalah, KKKS yang menyelesaikan.
Efektif? Belum. Tetapi, grafiknya cenderung naik. Dan itu sebuah awal yang bagus. Setidaknya, menurut kami.

KOMPETENSI: SEBUAH KENISCAYAAN
Dengan beban kerja yang semakin tinggi dan semakin beragam, OS dituntut menguasai dasar-dasar TIK yang menunjang kinerjanya. Fakta di lapangan, belum semua OS memiliki kompetensi minimal. Ketika kompetensi menjadi sebuah keniscayaan, maka upaya meningkatkan kompetensi menjadi sebuah kebutuhan.
Dari beberapa kali koordinasi KKKS dan JOS, terakhir tanggal 5 Juni 2014, akhirnya, terselenggaralah Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kulitas Operator Sekolah pada 23-25 Juni 2014 dengan narasumber dari Forum Multimedia Edukasi (FORMULASI) Jawa Tengah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan. Dibuka oleh Kasubag Program Toto Suprianto, ST., MT., atas nama Kepala Dinas, selama tiga hari OS dijejali dengan beragam materi teori dan praktik full TIK.
Dan sebuah kado manis mejadi pamungkasnya.  
Tertanggal 25 Juni 2014, KKKS dan JOS menandatangani Kesepakatan Bersama, yang mengatur klausal hubungan kerja OS, PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan Sekolah beserta aturan hak dan kewajiban. Juga tentang kode etik OS yang mesti dipatuhi.

PROFESIONAL: DERMAGA AKHIR
OS dan PTK adalah dua keping mata uang. Bahkan, dalam banyak hal, tak ada sisi kedua karena ia berada di sisi yang sama. Sama-sama berjuang untuk sekolah karena OS hanyalah sebuah tugas tambahan bagi PTK yang menunaikannya.
OS bukan dewa yang tak perlu ditakuti, apalagi disakralkan bagai kitab suci. Ia hanyalah manusia biasa, yang karena terpaksa, menjalani tugasnya. Karena itulah, ia harus terpaksa mengerti, terpaksa memahami, dan akhirnya pun: terpaksa bisa. Ia serupa lainnya, yang hanya butuh diakui kinerja dan kerja kerasnya, sesuai dengan kapasitasnya, sebagaimana manusia normal lainnya. Tak lebih.
JOS pun hanya sebuah organisasi, yang hanya bisa hidup saat dibutuhkan anggotanya. JOS harus tetap dibina, dibimbing, dan diawasi agar selalu berada di relnya. Sebagai sebuah organisasi, ia harus dinamis. Dan bergerak seirama denyut perubahan dan tuntutan perubahan itu sendiri. JOS bukanlah simbol, karenanya ia tak bisa dibiarkan berjalan sendiri dengan citra satu atau dua orang. Dan bila JOS telah, sedang, atau akan bergerak liar tanpa kendali kritik dan saran, ia akan berubah mejadi tirani dan akhirnya menjelma menjadi sesuatu yang dibencinya: MENTAL BANGSAWAN. Dan itu berarti bendera start kehancuran telah dikibaskan.
Secara alami, JOS tak lagi dibutuhkan keberadaannya manakala semua PTK telah berada di dermaga profesional, sesuai dengan impian JOS sendiri. Profesional sesuai tupoksinya dan profesional sesuai sertifikat profesi yang dimilikinya. Dan tak lagi alergi dengan segala hal berbau, beraroma, berbungkus, dan berlabel Teknologi Informasi dan Komunikasi

EPILOG
Di usia satu tahun JOS esok hari, 2 Mei 2015, bertepatan dengan upacara bendera Hari Pendidikan Nasional, ijinkan JOS menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga untuk keluarga besar UPT Dindikbud Paninggaran: Kepala UPT, Pengawas, Staf dan Operator, Ketua dan Anggota KKKS, Pendidik dan Tenaga Kependidikan; atas segala perhatian, kerja sama, dan fasilitasinya. Hal yang sama juga kami persembahkan untuk Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, serta seluruh pihak yang tak bisa kami tulis satu per satu.
Terima kasih untuk semuanya.
Tak lupa untuk yang selama ini bersiaga 30 hari dalam sebulan, 7 hari dalam seminggu, dan 24 jam dalam sehari, untuk senantiasa memberikan “apresiasi” berupa kritik pedas bahkan hujatan. Andalah mitra sejati kami, yang bersedia bekerja penuh waktu tanpa kami mengeluarkan biaya serupiah pun, hanya untuk mengawasi kami. Tetap jaga semangat dan stamina Anda, karena kami pun akan melakukan hal yang sama. Teruslah beri kami “apresiasi” itu, karena bagi kami, caci maki dan hujatan serupa dengan pupuk kompos bagi benih tanaman, yang kelak akan mempersubur dan mempercepat tumbuh kembangnya.
Perlu Anda ketahui, pada 23 Juni 2014, saat pembukaan Diklat Peningkatan Kualitas OS, jumlah member grup facebook JOS adalah 244 yang tersebar di hampir semua kabupaten/kota di Jawa Tengah, seluruh propinsi di Pulau Jawa, serta Kalimantan dan Sulawesi. Dan saat tulisan ini disusun, bakda Azan Asyar, jumlah member tercatat 504. Sebuah angka yang kecil dan sama sekali bukan tolak ukur apapun. Namun, untuk sebuah kelompok level kecamatan, angka itu juga bukan angka biasa.
Semoga Allah Sang Maha Penguasa Ilmu senantiasa memberi kita semangat untuk belajar sepanjang hayat, karena itulah yang membuat hidup kita lebih berarti. Semoga hari ini lebih baik daripada hari ini.

Selamat berhari jadi, dan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015!

Pekalongan, 1 Mei 2015

Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan
Provinsi Jawa Tengah
Ketua

Dzakiron

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Poskan Komentar

    Terima kasih atas komentar Anda. Silahkan kunjungi blog saya secara berkala

    Next previous home