MERASA SEHAT? MAMPIRLAH SEJENAK KE RUMAH SAKIT!

Catatan Ramadhan 2015 Hari Ke-6

Tengah hari, saat matahari di atas ubun-ubun, seperti saat ini, apa yang Anda rasakan? Dahaga yang luar biasa? Semakin berat mempertahankan puasa hari ini sampai final magrib nanti? Keringat bercucuran sementara sengatan matahari masih mendidihkan kepala?

Atau, sama dengan puasa di 5 hari sebelumnya? Tenang, suhu tubuh terjaga, suhu hati masih aman-aman saja, karena sengatan matahari itu nyaris tidak kita rasakan? Kita nyaman di rumah atau di ruang kerja yang adem ayem, bahkan sejuk karena hembusan AC?

Yup, apapun rasanya berpuasa di hari ke-6 ini, satu pesan universal ingin saya sampaikan: syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. (He....he....cuilan lagunya siapa ya bro?)

Karena itu, bila hari ini, hati sedang tak enak, pikiran sedang tak nyaman, dompet sedang diet superketat, tumpukan pekerjaan nyaris tanpa ujung, deadline berlari selalu lebih cepat, galau mencengkeram kuat, dunia serasa makin sempit dengan beban hidup yang terasa makin berat, dan .... entah apa lagi, namun badan masih terasa sehat, cobalah lakukan tips sederhana ini: mampirlah sejenak ke rumah sakit terdekat.

Telusuri lorong-lorong dan selasarnya. Fokuskan ke bagian rawat inap. Sesekali, mungkin dari jendela yang terbuka, lihatlah ke dalamnya.

Terlihatkah sosok-sosok yang lunglai di ranjang perawatan? Dengan botol infus bergantung di sisinya, dan mungkin 1 atau 2 kerabat di sisi lainnya? Atau bahkan sosok lainnya: yang tubuhnya penuh dengan aneka selang, termasuk selang oksigen? Dan mungkin di ujung lorong lainnya, satu atau dua sosok duduk di kursi dorong dengan segala kondisinya? Atau coba intiplah ke ruang UGD/ICU! Dengan senantiasa mendoakan agar mereka segera pulih dan sembuh, sesungguhnya, dengan segala perbedaan status sosial, pekerjaan, dan aneka sekat duniawi lainnya, apa yang saat ini benar-benar membedakan kita dengan mereka?

Ya: kesehatan!

Kita masih diberi sehat. Kita masih bisa menghirup okseigen, dengan segala campuran aroma lainnya, tanpa melalui selang. Kita masih bisa menatap langit yang saat tulisan ini diketik, masih sangat cerah.

Beban hidup terkadang membuat kita lupa betapa banyak yang telah Tuhan berikan untuk kita. Coba ingatlah kembali, sejak 1 Januari sampai tanggal 23 Juni hari ini, sekitar 174 hari, berapa hari kita sakit? Dan berapa hari kita sehat? Masih banyak sehatnya, 'kan?

Atau, jangan-jangan kita ragu kita sebenarnya sehat atau sakit? Jangan khawatir, ada tes sederhananya. Silahkan masukkan salah satu jari, biasanya jari kelingking, ke salah satu lobang hidung. Gerakkan perlahan di kedalaman sana. Bila telah menyentuh "sesuatu", keluarkan jari itu. Adakah sesuatu itu menempel di ujung jari? Bila ya, julurkan ujung lidah. Julurkan saja, jangan jarinya yang dimasukkan ke dalam mulut. Ingat puasa ya?

Sesaat setelah ujung lidah bertemu dengan ujung jari, apa yang terasa?
Manis?
Wah sepertinya Anda perlu bertemu dokter syaraf. Tunggu sebentar. Bukan manis?
Apa? Asin? Hanya asin atau berasa lainnya, mungkin asem, atau apa?
Sulit dideskripsikan? O begitu ya?
Perlu mengulang kembali, mungkin dengan takaran yang lebih banyak?
Tidak perlu?
Okelah, tapi rasa apa yang paling mendominasi?
Asin? Anda yakin? Seyakin apa?
Sangat yakin?
Selamat, Anda sehat!

Salam Ramadhan Penuh Berkah dan Ampunan!

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Poskan Komentar

    Terima kasih atas komentar Anda. Silahkan kunjungi blog saya secara berkala

    Next previous home