SEGUNUNG ASA DI LOMBA MAPSI SD 2016 KABUPATEN PEKALONGAN

*Sebuah Catatan Kecil

Rabu, 19 Oktober 2016 silam, Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD Ke XIX Tingkat Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di Kecamatan Talun. Kompetisi tahunan kali ini menggelar 13 cabang lomba putra-putri, yakni Pengetahuan PAI, Pengetahuan BTQ, Gerakan Bacaan Sholat dan tartil Alquran (Gebsata), Lomba TIK Islami, LCC PAISUM, Lomba Adzan, Musik Rebana, Khot Kaligrafi, Tilawatil Quran, Hifdzil Quran, Teks Khitobah (Pidato), Teks Cerita Islami, dan Lomba Macapat Islami, sebagaimana disampaikan Ketua Pengurus KKG PAI Kabupaten Pekalongan, Malikin, kepada Suara Merdeka.


Bupati Pekalongan, (sebagaimana dipublikasikan oleh media yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, tersebut) dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Catur Elmiyanti menyebutkan, program pembangunan manusia Indonesia seutuhnya itu meliputi pembinaan mental spiritualnya. ’’Maka pengembangan estetika melalui kreativitas seni Islami melalui lomba Mapsi ini merupakan sarana efektif dalam meningkatkan rasa keimanan serta memperkokoh rasa ketaqwaan pelajar,’’kata Catur. 

Menurutnya, hal itu selaras dengan tema lomba Mapsi, yakni Dengan Lomba Mapsi SD Ke-19 Tahun 2016 Kita Tingkatkan Semangat Berlomba, Berkarya dan Bergembira untuk Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu. Menurut Catur, perlu kesadaran bersama bahwa potensi para pelajar merupakan modal pembangunan untuk membentuk karakter bangsa yang islami dan qurani. ’’Shaleh dan berakhlakul karimah inilah merupakan pengejawantahan nilai dan budaya islami,’’ tambah dia.

Lomba TIK Islami

Pada event tersebut, saya berkesempatan hadir di lokasi sebagai juri Lomba Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Islami Kelompok Putra. Ini kali pertama saya menjadi juri untuk lomba tersebut sehingga belum punya gambaran sama sekali bagaimana suasana di ruang lomba nantinya. 

Untuk menulis teks biasa di Ms Word mungkin banyak anak yang sudah bisa, tapi bagaimana dengan menulis ayat Al-Qur'an beserta transliterasinya? Bagaimana mereka mendesain presentasi di PowerPoint? Dan bagaimana mereka mempresentasikannya? Meski waktu yang disediakan untuk Ms Word dan PowerPoint hampir sama, masing-masing 3 jam, cukup waktukah mereka untuk menyelesaikannya? Banyak pertanyaan sejenis memenuhi kepala saya sejak awal.


Tentu tak bermaksud meremehkan. Hanya saja, saya mencoba realistis mengingat para Guru PAI-nya saja, di wilayah saya, masih banyak yang belum bisa melakukan hal tersebut meskipun bisa saja mereka dilatih oleh guru lain, atau bahkan oleh Operator Sekolah.

Pertanyaan-pertanyaan itu masih tergiang-ngiang di telinga saya laksana sekawanan lebah, bahkan sampai detik-detik menjelang lomba. Melihat guru pendamping memenuhi ruangan untuk membantu persiapan, seperti menge-set printer, memasangkan kabel, dan sebagainya, tak urung membuat saya was-was, meski sama sekali tak mengganggu tugas saya untuk membantu mengkondisikan ruang lomba. Apalagi ketika ada beberapa peserta yang mengalami gangguan teknis, seperti printer yang mogok untuk berkoneksi dengan laptopnya. Sejenak, wajah-wajah polos peserta yang masih sangat imut-imut itu membawa pengembaraan saya kembali ke masa lampau saat saya seusia mereka. Saat saya, yang mungkin juga masih sangat imut-imut seperti mereka, berkutat dengan kelereng, mobil-mobilan dari kulit jeruk, senapan dari pelepah pisang, dan jenis-jenis mainan saat itu lainnya.

Dan.....
Sejak bendera start dikibarkan, ternyata, hanya butuh waktu kurang dari 30 menit bagi saya untuk berubah pikiran. Teknis pengetikan Surat Al-Fatihah diikuti transliterasinya, yang ditutup dengan penulisan terjemahnya, untuk alokasi waktu 3 jam pertama dalam penilaian Ms Word, hampir semua dikuasai peserta! Subhanallah. Saat saya masih terpukau dengan jari jemari mungil yang menari di atas keyboard salah satu peserta, telah ada peserta yang menyelesaikan pekerjaan tersebut kurang dari 1 jam.

Untuk sesaat, angan saya melambung ke langit ke tujuh dan membayangkan bila mereka adalah para Guru PAI.

Bagaimana dengan PowerPoint?
Mayoritas peserta, yang semula saya ragukan kemampuannya, dapat menyusun presentasi di PowerPoint dengan lancar, lengkap dengan animasinya. Dan setelah selesai, hampir 90% diantaranya mampu memenuhi permintaan juri untuk mengedit animasi semisal mengubah pola, merubah arah, mengatur kecepatan, dan sejenisnya. Subhanallah! Hebat! Kalian semua luar biasa!

Di titik ini, entah mengapa, saya merasa sangat optimis apabila pola pembinaan keterampilan TIK Islami ini dilakukan secara berkelanjutan di seluruh SD secara terencana, dan dilakukan oleh Guru PAI-nya, akan mampu manjadi pemicu sekaligus pemacu peningkatan kompetensi TIK guru PAI secara signifikan. 

Evaluasi

Tiada gading yang tak retak. Tiada manusia yang sempurna. Juga lomba ini. Meski saya percaya bahwa panitia, baik SC maupun OC, telah mempersiapkan segalanya dengan maksimal untuk pelaksanaan terbaik (setidaknya karena saya juga pernah terlibat dalam persiapan Lomba MAPSI SD Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2013 di kecamatan saya), harus diakui dengan jujur bahwa beberapa hal belum berjalan sesuai harapan. Dan sebagai penyelenggara, KKG PAI Kabupaten Pekalongan saya yakini akan menerima masukan-masukan yang konstruktif dengan tangan terbuka sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas kegiatan di masa mendatang. Beberapa catatan yang telah saya himpun, baik pribadi maupun masukan para pendamping yang sempat menghubungi saya selepas kegiatan, Insya Allah akan saya sampaikan secara pribadi kepada Ketua KKG PAI Kabupaten Pekalongan.

Sebagai penutup, perkenankan saya mengucapkan selamat kepada para jawara yang akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kepada yang belum berkesempatan membawa pulang piala, jangan berkecil hati. Jeda nilai yang kecil antarpeserta, salah satunya, menjadi bukti bahwa perlombaan berlangsung dengan sangat ketat dan kompetitif. Itu menunjukkan bahwa yang kalah bukan karena kurang menguasai materi namun yang menang memang lebih baik. 

Dan sebagai juri, ijinkan saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, terlebih kepada pembina pendamping, apabila ada hal-hal yang kurang berkenan.

Oh ya, untuk Koordinator Lomba TIKI, Alfi Hidayat, terima kasih atas foto-fotonya.

Salam Kreatif!


Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Poskan Komentar

    Terima kasih atas komentar Anda. Silahkan kunjungi blog saya secara berkala

    Next previous home