Ditawar Triliunan Rupiah, Yusuf Mansyur Pilih Perkuat PayTren

Indonesia harus jadi negara investor, bukan negara tujuan investor. Jargon inilah yang digaungkan President Director PayTren, Ustaz Yusuf Mansur kepada masyarakat, terutama pengguna PayTren.

Ini pula yang membuat pengusaha sekaligus pendakwah tersebut mengabaikan tawaran menjual perusahaannya. Padahal tawarannya bernilai triliunan rupiah.


“Kita harus lebih ke depan, jadi investor. Bukan jadi negara tujuan investor. Karena itu saya pun menolak tawaran menjual perusahaan kepada investor. Kita maunya beli, bukannya malah dibeli,” kata Yusuf Mansur saat mengenalkan teknologi pembayaran PaybyQR di Gramedia Matraman, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Yusuf mengatakan, sudah saatnya perusahaan atau pengusaha di Indonesia melakukan ekspansi ke luar negeri. Dan inilah yang dilakoni PayTren. “Kami sudah punya kantor cabang di Amerika Serikat dan di London, Inggris. Yang penting ada niat dan usaha,” ujarnya memotivasi.

Dia pun mengingatkan pentingnya arti kegagalan. Hanya digarisbawahi bahwa kegagalan bukan untuk diratapi, melainkan menjadi motivasi, penyemangat agar mampu bangkit dan mencapai kesuksesan.

“Buku saya dulu ditolak Gramedia. Padahal itu buku kopian terakhir karena saya tak mampu lagi mencetak, tak ada uang. Namun itu jadi penyemangat saya untuk bangkit. Saya tempel di kamar surat penolakan tersebut dan memotivasi diri untuk tidak patah semangat,” tandasnya.

Hasilnya, lanjut dia, kini sudah terbit sekitar 230 judul buku. Yusuf Mansyur juga menceritakan usaha pertamanya menjual krupuk di Gramedia Palmerah, Slipi, Jakarta. Ketika itu dirinya mendapatkan “guru” seorang satpam. Dirinya diminta hanya membawa satu atau tiga bungkus sebagai sampel ke kantor Gramedia, sementara sisanya ditaruh di pos jaga. Idenya memang masuk akal karena dapat meringankan bebannya.

“Saya DO (drop out) kuliah dua kali yakni tahun 1997 dan 1999. Akhirnya saya bertekad mau punya kampus sendiri, biar kalau mau wisuda bisa kapan saja,” katanya bercanda.

Tekad itu pun terbayar dengan terbangunnya sejumlah sekolah dan kampus. Bahkan dalam waktu dekat akan dibangun kampus terbesar di dunia karena sistem dan gedungnya yang terintegrasi.

Terkait PayTren, teknologi pembiayaan tersebut selalu menghasilkan kinerja “biru”. Sehingga menguntungkan semua mitra bisnisnya. Nah supaya selalu memberikan manfaat bagi penggunanya, manajemen PayTren terus berinovasi. Terakhir penerapan teknologi pembayaran PaybyQR.

Aplikasi pembayaran itu adalah hasil kerja sama dengan PT DIMO Pay Indonesia (DIMO) sebagai partner terpercaya untuk mengembangkan teknologi pembayaran berbasis cashless melalui fitur QR (Quick Response) Code.

Kerja sama ini merupakan sinergi guna memberikan kemudahan bertransaksi nontunai untuk para mitra PayTren di ribuan jaringan merchant yang dimiliki oleh DIMO. Salah satu merchant unggulan DIMO adalah Gramedia Indonesia yang sudah memiliki banyak gerai di Tanah Air.

”Sebagai langkah nyata mendukung program pemerintah dan Bank Indonesia dalam Gerakan Non Tunai dan Cashless Society, kami akan mendorong lebih dari 1 juta pengguna PayTren untuk selalu menggunakan teknologi cashless di dalam PayTren untuk setiap transaksi yang dilakukan sehari-hari," klaim Yusuf Mansyur.
Transaksi cashless tersebut meliputi pembelian tiket pesawat dan kereta, pembelian voucher pulsa, pembayaran berbagai macam tagihan, belanja online dan transaksi apapun yang sudah didukung di dalam PayTren.

Sementara Managing Director PayTren, Hari Prabowo mengatakan, teknologi PayTren terus berinovasi dan berkembang mengikuti kemajuan dunia digital. “Dengan dukungan komunitas jumlah pengguna yang lebih dari 1 juta ini, kami siap mendukung kemajuan ekosistem financial technology (fintech),” ucap Hari.

Pembayaran melalui PaybyQR merupakan pembayaran berbasis mobile yang aman dan sederhana. Mitra PayTren cukup melakukan scan kode QR setiap kali melakukan transaksi pembayaran, sehingga memberikan kebebasan lebih untuk mitra PayTren dimanapun dan kapanpun.

“Mitra PayTren dengan mudah dapat menggunakan fitur PaybyQR di dalam Aplikasi PayTren yang ter-update dengan memilih menu PaybyQR di menu transaksi aplikasi, scan dan pembayaran selesai.

Kerja sama dengan PayTren dan Gramedia ini merupakan bagian dari upaya DIMO sebagai perusahaan finansial teknologi yang agnostik, yaitu bisa berasimilasi dengan berbagai macam platform pembayaran yang sudah ada. Ini membuka kesempatan untuk pelaku fintech dapat mengedepankan metode pembayaran nontunai melalui teknologi yang bernama PaybyQR.

"Kami senang dapat bekerja sama PayTren sebagai issuer yang memiliki lebih dari 1 juta. Dengan menggandeng dua perusahaan besar di Indonesiai, kami yakin dapat memberi keuntungan bagi PayTren dan Gramedia untuk meningkatkan penjualan, pengakuan produk, serta kesempatan lebih dilihat oleh pelanggan yang berada di segmen pasar lain,” harap Brata Rafly, CEO PT DIMO Pay Indonesia.

Mitra PayTren mulai dapat bertransaksi menggunakan PaybyQR mulai tanggal 5 April 2017 ini di seluruh gerai Gramedia di Jabodetabek.
 
Sumber: Sindonews

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Terima kasih atas komentar Anda. Silahkan kunjungi blog saya secara berkala

    Next previous home