PayTren Gandeng Dukcapil Targetkan 10-12 Juta Pengguna di Akhir 2018

PayTren Aset Manajemen (PAM), sebagai perusahaan yang berbasis Financial Technology (FinTech) menargetkan di penghujung tahun 2018 memiliki pengguna mencapai 10-12 juta pengguna.

Sebelumnya, PAM yang dinahkodai Ustaz Yusuf Mansur (UYM) baru saja meluncurkan sistem reksa dana online di Bursa Efek Indonesia.

Enam bulan sebelumnya juga sudah meluncurkan dua reksa dana sekaligus.

"Kalau dalam satu keluarga aja ada lima orang atau juga bisa lebih yang menggunakan PayTren, saya targetkan itu bisa mencapai 10-12 juta pengguna dengan akumulasi nilai mencapai 30 Triliun Rupiah. Sekarang saja sudah lebih dari 2.6 juta. Insya Allah tercapai ya," ucap UYM usai melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri bersama PT. Verita International dan Yayasan Daarul Quran, terkait pemanfaatan NIK, Data Kependudukan dan KTP di gedung E Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/6/2018).

UYM menjelaskan, saat ini PayTren sudah membuat teknologi QR Code, dan juga PayTren tak lama lagi bisa digunakan untuk pembayaran Tol (E-Tol) dan lainnya.

"Jadi memang bakalan banyak terobosan yang akan kita lakukan untuk memanjakan pengguna PayTren," katanya.

Lebih lanjut UYM menuturkan, dengan dukungan akses data dari Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri, bukan tidak mungkin target 10 juta pengguna PayTren itu akan tercapai.

Dengan menggandeng DitJen Dukcapil, tentu PayTren bisa mendapatkan akses Data Kependudukan Investor. Caranya dengan memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) para investornya.

"Pemanfaatan NIK ini akan memudahkan investor dalam proses registrasi, khususnya bagi peminat reksadana 'recehan'," katanya.

UYM juga menjelaskan, sekitar lebih dari 100 ribu masyarakat yang berminat menggunakan Paytren dan produk turunannya sebelumnya merasa kesulitan lantaran harus melakukan registrasi karena harus mengisi 72 kolom dalam formulir pendaftaran.

"Alhamdulillah, dengan ditandatangani perjanjian kerja sama ini, form isian tinggal sekitar 14 isian saja," katanya.

Pendiri Daarul Qur’an ini juga menambahkan, nantinya sistem registrasi akan lebih mudah lagi. Sebab, dengan hanya mencocokkan NIK yang terdaftar di Dukcapil, masyarakat yang ingin menggunakan PayTren dan turunan produk lainnya bisa langsung mendaftar dan berinvestasi.

Sementara itu Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa kerja sama pemanfaatan data kependudukan, NIK, dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dengan PayTren merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem single identity number, data kependudukan tunggal yang digunakan untuk semua keperluan.

"Kami mencoba bergerak dengan pendekatan yang menyesuaikan dengan konteks jaman," kata Zudan.

Sumber: Wartakota Tribunnews

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Terima kasih telah berkenan berkunjung dan meninggalkan jejak komentar

    Next previous home