PILIH SMA ATAU SMK?

Sekitar dua bulan lalu, saya menemukan sebuah pertanyaan di Yahoo Answer yang berhasil memantik  keinginan saya untuk turut menuliskan jawaban. Sebuah pertanyaan simpel yang intinya seperti judul tulisan ini: Pilih SMA atau SMK?

Ada dua alasan yang membuat saya tergerak untuk turut berupaya menjawab pertanyaan tersebut. Alasan kedua (sengaja, lho, yang pertama nanti): saya kerapkali mendengar pertanyaan sejenis, baik langsung maupun tidak langsung. Yang kedua (betul, kan?), pertanyan itu pernah menjadi pertanyaan saya belasan tahun silam kala lulus MTs. Saat itu, belum ada satu pun SMA/SMK di kecamatan saya (sekarang, sudah ada 1 SMA dan 1 SMK). SMA Negeri terdekat berada di ibukota kabupaten yang berjarak sekitar 25 km dari tempat domisili saya di kawasan Selatan Pegunungan Kabupaten Pekalongan pada ketinggian sekitar 1300 dpl.

 

Oke, biar tidak penasaran, berikut saya tuliskan teks lengkap jawaban saya:


Pertama, kenali dulu minat tertinggi kamu.

Dari sekian minat atau hobi kamu, mana yang paling dominan. Menurut saya, ini penting untuk memetakan kemana kamu akan melangkah.

Kedua, adakah kemungkinan nanti kuliah?

Ini tidak lepas dari potensi pembiayaan, khususnya orangtua. Tidak ada salahnya membicarakan hal tersebut dengan orangtua dan saudara.
Kalau peluang kuliah tipis, masuk ke langkah ketiga; kalau peluang kuliah lebar, masuk ke langkah keempat. (Saran saya sih baca dulu langkah ketiga. He...he...)

Ketiga, pilih SMK

SMK lebih menitikberatkan pada pendidikan kecakapan/keterampilan sehingga memungkinkan alumninya untuk langsung bekerja (sebagai karyawan/pegawai maupun membuka lapangan kerja sendiri sebagai wirausaha) meskipun peluang alumni SMK untuk melanjutkan ke bangku kuliah sama besar dengan alumni SMA. Kalau ini pilihan kamu, pastikan kamu tahu dengan pasti SMK yang akan kamu masuki. Cari tahu sebanyak mungkin tentang SMK. Bisa via situs, bisa juga via konsultasi dengan Bapak/Ibu Guru BP/BK karena biasanya di SMP juga sudah ada layanan bimbingan karier.

Untuk mempermudah, persempit perburuan SMK sesuai dengan minat kamu. Kalau kamu berminat menjadi teknisi sepeda motor (mungkin nanti berencana membuka bengkel motor selepas SMK, misalnya) cari info tentang SMK yang membuka Jurusan Mesin Tenaga, Montir, atau sejenisnya. Kalau kamu ingin memperdalam jaringan komputer, carilah info tentang jurusan Teknik Komputer Jaringan. Dan seterusnya. Ingat satu hal: meski pada awalnya kamu tidak berniat untuk kuliah, tetapi setelah masuk SMK Mesin Tenaga (misalnya) kamu justru bisa bekerja sampingan di bengkel dan mengumpulkan uang, kemudian di akhir SMK berubah pikiran untuk kuliah, peluangnya TERBUKA LEBAR. Banyak Perguruan Tinggi yang membuka jurusan Teknis Mesin.

Untuk menambah wawasan, kamu bisa tanya peluang kerja SMK dengan 1) para alumninya (bila memungkinkan), 2) Bursa Kerja Khusus/BKS atau sejenisnya yang biasanya ada di SMK, atau 3) Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota. Yang ke-3 terkait dengan permintaan tenaga kerja dari perusahaan.

Keempat, pilih SMA.

Hampir sama dengan langkah ketiga, kalau kamu memilih masuk SMA, cari informasi sebanyak mungkin tentang SMA. Hubungkan jurusan yang akan kamu masuki di SMA dengan kemungkinan fakultas di perguruan tinggi yang kelak akan kamu masuki. Artinya, kalau kamu kelak berminat jadi arsitek, sebaiknya masuk SMA yang IPA. Dan seterusnya.

Keempat, bijak dan realistis.

Apapun pilihan kamu, inilah hal yang mesti kamu pegang. Sesuaikan impian dengan keadaan. Optimis itu penting tapi realistis juga tidak kalah penting. Contoh: kamu minat banget jadi dokter. Bagi kamu, dokter itu mulia dan prestisius. Tapi, faktor biaya ternyata tak berpihak. Ingat, kuliah di kedokteran butuh dana yang tidak sedikit. Sementara beban hidup orangtua kamu juga tidak kecil karena, misalnya, masih ada adik-adik kamu yang juga masih butuh banyak biaya sekolah. So, bijaklah dalam hal ini.

Oke, pren. Selamat berburu informasi. Semoga kamu menemukan apa yang kamu cari. Sekali lagi, apapun pilihan kamu, pastikan kamu mengetahui dan memahami apa yang kamu pilih itu sehingga kelak kamu tidak perlu menyesal atau bahkan menyalahkan orang lain.

Terakhir, saya juga alumni SMK.

Semoga sukses!


Oke, sekian dulu tulisan kali ini. Semoga bermanfaat khususnya bagi alumni SMP/MTs yang baru saja merayakan kelulusan.

Salam Kreatif!

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Poskan Komentar

    Terima kasih atas komentar Anda. Silahkan kunjungi blog saya secara berkala

    Next previous home