SAMBANG DESA KAPOLRES PEKALONGAN DI PANINGGARAN


Ilustrasi foto: http://member.senkom.or.id/

Bertempat di Balai Desa Paninggaran Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan Propinsi Jawa Tengah, siang tadi, Jumat, 28 Februari 2014 pukul 13.00 WIB, berlangsung acara Sambang Desa Kapolres Pekalongan di Wilayah Kecamatan Paninggaran. Sesuai dengan undangan Kepala Desa Paninggaran tanggal  28 Februari 2014 yang saya terima, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat Kapolsek Paninggaran nomor B/32/II/2014/Sek Png yang merujuk pada Rencana Kerja Polres Pekalongan Tahun 2014 tentang Pembinaan Ketertiban Masyarakat dalam Rangka Menyukseskan Program “Polisi Boloku Aman Kampungku”.

Di tengah siraman deras hujan lebat, Wakapolres Pekalongan, Kompol Umi Mariati, S.I.K hadir mewakili Kapolres beserta rombongan antara lain Kasat Narkoba, KBO Reskrim, Kasubbagkum, KBO Intelkam, KBO Sat Sabhara, dan KBO Binmas (mohon maaf kalau ada penulisan yang kurang tepat, saya menuliskan ulang berdasarkan catatan saya). Muspika Paninggaran hadir lebih awal dengan formasi lengkap: Camat Paninggaran, M. Arifin, S.H, M.M.; Kapolsek Paninggaran, AKP Priya; dan Danramil Paninggaran, Kapten Susanto. Kepala UPT Dindikbud Paninggaran, Giyono, S.Pd., juga hadir di lokasi.
Sementara itu, nyaris semua perwakilan dari segenap unsur masyarakat menghadiri kegiatan tersebut: tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Kepala Desa se-Kecamatan Paninggaran, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Paninggaran dan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Paninggaran.
Saya sendiri yang hadir di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB justru didaulat oleh Kapolsek menjadi pembawa acara sekaligus moderator. Sehingga, mohon maaf, tidak sempat mengabadikan kegiatan tersebut sehingga foto-foto di lokasi dengan terpaksa tidak bisa ditampilkan di publikasi ini.

Awasi Kami, Tegur Kami.
Dalam sambutan sekaligus pengarahannya, Wakapolres menyampaikan beberapa hal, antara lain:
  1. Polisi benar-benar ingin dekat dengan masyarakat, menjadi teman sekaligus mitra.
  2. Tugas Polisi, secara garis besar, ada tiga: a) Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, b) Pelindung, pengayom, pelayan, dan pembimbing masyarakat, dan c) Penegakan hukum. Penjabaran
  3. Kondisi geografis Kabupaten Pekalongan, dimana kawasan Selatan didominasi pegunungan, sangat memungkinkan disusupi para teroris. Karena itu, peran serta dan kepedulian masyarakat dalam mewaspadai segala kegiatan mencurigakan dan kehadiran orang-orang yang tidak dikenal serta melaporkannya kepada aparat Polsek dan Koramil sangat dibutuhkan. Sebagai antisipasi, kegiatan Siskamling perlu terus ditingkatkan. Sinergi masyarakat, TNI, dan Polri akan menjadi benteng kuat dalam melakukan perlawanan massif terhadap kegiatan terorisme.
  4. Beberapa tersangka kasus narkoba yang ditangani Polres Pekalongan adalah remaja, bahkan anak-anak. Hal ini menjadi keprihatinan mendalam sekaligus sinyal kuat bagi semua pihak untuk sama-sama membentengi keluarga dari pengaruh butuh narkoba.
  5. Perang terhadap segala bentuk perjudian terus dikobarkan oleh Polres Pekalongan. Kepedulian masyarakat untuk peka terhadap aktifitas perjudian dan melaporkannya kepada polisi akan sangat membantu tugas-tugas penegakan hukum. Terhadap oknum polisi nakal yang diduga mem-becking-i kegiatan perjudian, masyarakat diminta untuk tidak segan-segan melaporkannya langsung via sms ke Wakapolres dan dipastikan akan langsung ditindaklanjuti. Slogan “Awasi kami, tegur kami” bukan pemanis bibir, tetapi merupakan sebuah komitmen polisi untuk selalu meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.
  6. Sebagian besar kecelakaan lalu lintas (lakalantas) disumbang oleh sepeda motor, khususnya pengendara anak-anak yang belum berusia 17 tahun, belum memiliki SIM, mengendarai sepeda motor modifikasi dengan mengabaikan fungsi utama, tanpa helm, tanpa spion, dan sebagainya. Perlu komitmen dan kesadaran bersama agar orang tua untuk tidak mempertaruhkan nyawa anak-anaknya di jalan raya dan pada saat yang bersamaan juga membahayakan nyawa orang lain, dengan tidak membiarkan anak-anak yang belum memenuhi syarat tersebut mengendarai sepeda motor meskipun secara finansial mendukung.
  7. Menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara dan menjadikan keselamatan berkendara sebagai kebutuhan.
  8. 9 April 2014 yang akan datang, jangan lupa, tunaikan hak pilih dengan penuh tanggung jawab untuk memilih wakil-wakil rakyat. Meskipun tidak memilih (goput) adalah sebuah pilihan, golput bukanlah pilihan bijaksana karena setiap suara dalam Pemilu Legislatif 2014 akan sangat menentukan masa depan bangsa lima tahun ke depan. Netralitas TNI dan Polri dalam pemilu tersebut akan tetap dijunjung tinggi.

Sambung Rasa
Acara sambung rasa yang menjadi acara inti, benar-benar dimanfaatkan oleh peserta yang hadir untuk menanyakan beragam persoalan, dari layanan mobil SIM yang belum menyentuh wilayah Kecamatan Paninggaran, program SIM massal, pelatihan bagi tukang ojek, sampai isu jilbab bagi polwan.
Sayangnya, diskusi hangat dengan iringan rintik hujan tersebut mesti diakhiri karena keterbatasan waktu pada sekitar pukul 16.45 WIB. Juga karena mayoritas hadirin mulai terlihat gelisah karena belum menunaikan Salat Asyar. 

Di penghujung acara, Wakapolres menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan peserta untuk menghadiri acara diserta permohonan maaf atas segala keterbatasan dan kekurangan.

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Poskan Komentar

    Terima kasih atas komentar Anda. Silahkan kunjungi blog saya secara berkala

    Next previous home